A. Alat & Bahan
Alat : 1. Dandang
2. Kompor
3. Baskom
4. Sendok
5. Besek
6. Daun Pisang
Bahan : 1. Ketan Hitam
2. Air
3. Daun Ragi
4. Ragi
B. Cara Kerja
1. Cuci
ketan hingga bersih
2. Rendam
ketan selama kurang lebih 2 jam
3. Kemudian
Tiriskan
4. Nyalakan
kompor dan tunggu hingga air didalam dandang mendidih
5. Lalu
masukkan ketan kedalam dandang
6. Ratakan
permukaan ketan dan kukus ketan selama 20 menit
7. Sambil
menunggu ketan dikukus, siapkan daun sager
8. Campurkan
air bersama daun sager lalu peras hingga air menjadi berwarna hijau
9. Saring
air daun sager
10. Setelah
20 menit angkat ketan dari dandang dan masukkan kedalam baskom
11. Masukkan
perasan air daun sager kedalam baskom dan aduk bersama ketan hingga rata
12. Diamkan
selama 15 menit
13. Setelah didiamkan selama 15 menit lalu ketan
dikukus kembali selama 20 Menit
14. Setelah
di kukus lalu tape diangkat dan didinginkan
15. Setelah
dingin beri taburan ragi diatas ketan
16. Masukkan
ketan kedalam besek dan tunggu fermentasi dari ketan menjadi tape
C. Hasil
Ketan di campur ragi menghasilkan tape yang mengandung alkohol karena dibuat dengan proses peragian atau fermentasi yang mengubah beras ketan menjadi tape. Pada saat peragian atau fermentasi
D. Pembahasan
Setelah
melakukan penelitian selama 3 hari tentang pembuatan tape ketan hitam, kami
dapat membahas bagaimana tape ketan hitam dibuat, memaparkan faktor-faktor yang
terlibat dalam pembuatan ataupun dalam proses fermentasi tape. Tape ketan hitam
ini merupakan suatu bioteknologi yang dikategorikan kedalam bioteknologi
tradisional/konvesional. Hasil dari tape yang kami coba ternyata ketan tersebut
menjadi terasa manis dan agak terasa bau alkohol, setelah kami meneliti dan
membaca dari berbagai sumber ternyata pada tape ketan itu terjadi proses
fermentasi yang menyebabkan ketan menjadi berbau alkohol dan terasa manis.
Terlalu banyak mengkonsumsi tape dapat
menimbulkan infeksi pada darah dan gangguan sistem pencernaan. Selain itu,
beberapa jenis bakteri yang digunakan dalam pembuatan tape berpotensi
menyebabkan penyakit pada orang-orang dengan sistem imun yang terlalu lemah
seperti anak-anak balita, kaum lanjut usia, atau penderita HIV. Untuk
mengurangi dampak negatif tersebut, konsumsi tape perlu dilakukan secara
terkendali dan pembuatannya serta penyimpanannya pun dilakukan dengan higienis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar